Nyanyian Mihyar Dari Damaskus" oleh Adonis
Ujung Langit
Ia bermimpi melempar kedua bola matanya
ke dasar kota masa depan
Ia bermimpi menari dalam jurang
Ia bermimpi tidak kenal hari-harinya yang melahap segala,
hari-harinya yang menciptakan segala.
Ia bermimpi naik dan surut seperti laut -
Ia bermimpi memacu rahasia
dengan memulai langitnya di ujung langit.
Wajah Mihyar
Wajah Mihyar adalah api
pembakar bumi bintang-bintang yang kita kenal.
Lihat, ia langkahi batas-batas khalifah
Ia angkat kembali panji yang sudah kalah
Ia hancurkan semua rumah
Lihat, ia tolak imamah
Ia tinggalkan rasa putus asanya sebagai tanda
di wajah musim-musim.
Bingung
(Suara-suara)
Karena bingung,
ia ajari kita bagaimana membaca debu.
Karena bingung,
awan apinya berlalu di atas laut kita,
api dahaga umat manusia.
Karena bingung,
ia berikan kita fantasi,
ia berikan kita pena, buku, pensil.
Hari-hari Yang Tujuh
O, bunda
mengapa kau ejek benciku dan cinta
Dalam tujuh hari kau tercipta
lalu kauciptakan ombak, pena nyanyian, dan cakrawala.
Dan aku,
hari-hari yang tujuhku adalah burung gagak dan luka
Lalu untuk apa teka-teki itu?
padahal aku sama sepertimu
angin dan debu?
Bumi Sihir
Tiada tersisa - tiada dendam tiada permusuhan
antara aku dan penjaga hari-hari
Semua orang telah pergi
Semua orang telah menenun sejarahnya dengan awan
Semua orang telah melihat batas-batasnya -
Tetapi, bumiku tetap saja bumi sihir:
Kutipu udara
Kulukai wajah air
Aku keluar sebuah botol di lautan.
Jembatan Air Mata
Berjalan bersamaku sebuah jembatan air mata
Jembatan itu pecah di kelopak mata
Di kulit porselinku kulihat kecil seorang ksatria
Ia ikat kuda-kudanya dengan bayang reranting
dan dengan tali angin
Ia lalu bernyanyi untuk kita
dengan suara seorang Nabi:
"O, angin
O, masa kecil
o, jembatan-jembatan air mata
Kau pecah di bawah kelopak mata."
Ia bermimpi melempar kedua bola matanya
ke dasar kota masa depan
Ia bermimpi menari dalam jurang
Ia bermimpi tidak kenal hari-harinya yang melahap segala,
hari-harinya yang menciptakan segala.
Ia bermimpi naik dan surut seperti laut -
Ia bermimpi memacu rahasia
dengan memulai langitnya di ujung langit.
Wajah Mihyar
Wajah Mihyar adalah api
pembakar bumi bintang-bintang yang kita kenal.
Lihat, ia langkahi batas-batas khalifah
Ia angkat kembali panji yang sudah kalah
Ia hancurkan semua rumah
Lihat, ia tolak imamah
Ia tinggalkan rasa putus asanya sebagai tanda
di wajah musim-musim.
Bingung
(Suara-suara)
Karena bingung,
ia ajari kita bagaimana membaca debu.
Karena bingung,
awan apinya berlalu di atas laut kita,
api dahaga umat manusia.
Karena bingung,
ia berikan kita fantasi,
ia berikan kita pena, buku, pensil.
Hari-hari Yang Tujuh
O, bunda
mengapa kau ejek benciku dan cinta
Dalam tujuh hari kau tercipta
lalu kauciptakan ombak, pena nyanyian, dan cakrawala.
Dan aku,
hari-hari yang tujuhku adalah burung gagak dan luka
Lalu untuk apa teka-teki itu?
padahal aku sama sepertimu
angin dan debu?
Bumi Sihir
Tiada tersisa - tiada dendam tiada permusuhan
antara aku dan penjaga hari-hari
Semua orang telah pergi
Semua orang telah menenun sejarahnya dengan awan
Semua orang telah melihat batas-batasnya -
Tetapi, bumiku tetap saja bumi sihir:
Kutipu udara
Kulukai wajah air
Aku keluar sebuah botol di lautan.
Jembatan Air Mata
Berjalan bersamaku sebuah jembatan air mata
Jembatan itu pecah di kelopak mata
Di kulit porselinku kulihat kecil seorang ksatria
Ia ikat kuda-kudanya dengan bayang reranting
dan dengan tali angin
Ia lalu bernyanyi untuk kita
dengan suara seorang Nabi:
"O, angin
O, masa kecil
o, jembatan-jembatan air mata
Kau pecah di bawah kelopak mata."

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda